Ia melarang a, i, u...
Lalu sarannya yang ini dan yang itu
kemudian ak dibebaskan sebagai penentu...
Intuisiku yang berkata begini dan begitu,
Ak mempercayainya,
karena kutahu ia lebih cerdas dari otak fisikku
lebih bijak daripada diri sadarku
jangkauan solusinya lebih tinggi daripada akal sadarku
dan toleransinya lebih luas daripada kemampuan bertahanku
Ia melatihku, bukan sebaliknya
Ia nuraniku, ak mengenalinya
Namun untuk membuatnya siaga membantuku
memang perlu usaha sadar untuk melibatkannya
dalam segala aspek kehidupanku
Menyerahkan kuasa padanya untuk membereskan
segala hal yang ada diluar kemampuan manusiawiku
Karena itu, perlu terus berlatih
menjadi tim yang kompak di dalam diri
Hidup ini benar-benar sebuah rancangan indah
yang sudah seharusnya disyukuri
Intuisiku karya Ilahi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar